Posted in Gado-gado

Why Men Marry Bitches

Semalam, gw nginap di kosan-nya Anggun, bertiga bareng Reka. Siapa mereka? Anggun dan Reka ini adalah ‘teman sebelah kamar’ gw. Semenjak lulus kuliah dan terpisah kamar, agak sulit mengatur waktu barengan. Kemaren kita janjian ketemuan: makan mpek2 dan nonton di Atrium. Setelah acara ngambek2-an gw ke Reka, karena tiba2 dia mo batalin janji gara2 ada suprise dinner dari ‘someone’-nya itu, akhirnya Reka datang dengan busana resmi😀 Kita berlima (include: Caul dan Ewo *cowok-nya Anggun) memutuskan untuk nonton Valentine’s Day … Ya, drama yang cukup membuat gw mengantuk … Harusnya itu ditonton di DVD saja … Inti film-nya tentang cinta dan kasih sayang, antara pasangan gay, sahabat, pasangan lanjut usia, ibu dan anak. Itu saja, titik.

Karena pulangnya udah kemalaman, akhirnya gw dan Reka memutuskan nginap di kosan Anggun saja. Setelah begadang dan menghabiskan 1 DVD, Blind Side, kita terbangun pukul 09.00 pagi. Setelah disuguhkan sarapan, Reka-pun beberes karena musti ke kantor. Gw melanjutkan malas2an di kamar dan membaca salah satu buku yang ada di rak-nya Anggun, Why Men Marry Bitches.

Buku yang katanya merupakan ‘Panduan Bagi Perempuan untuk Memenangkan Hati Pria‘ ini baru gw baca 2 bab.

Pada kata pengantar diberikan sedikit penjelasan, kenapa laki-laki mau menikahi perempuan yang menurut kebanyakan orang ‘ga banget’. Padahal mustinya si laki-laki bisa mendapatkan yang lebih baik, misal lebih manis, lebih penurut, dll. Bitches di sini diartikan bukan perempuan jalang, tapi sekedar istilah buat lucu-lucuan.

Nah pertanyaan ini terjawab pada bab 1: lelaki lebih suka dengan perempuan yang mandiri, berpendirian, berprinsip, dan bisa berpendapat. Sikap super manis, pasrah, dan penurut dianggap gagal membuat lelaki bertekuk lutut. Bagian yang ini gw sangat setuju🙂

Di bab 2 si pengarang membahas tentang komitmen. Menurut Sherry Argov, impian seorang perempuan dari kecil adalah menikah. Sehingga terkadang, pada akhirnya mereka tidak peduli pada siapa pasangan menikah mereka, tapi lebih ke ‘akhirnya mereka menikah’. Dan dikarenakan ‘impian’ ini, perempuan sangat tergesa-gesa menuntut komitmen dan hubungan yang ‘jelas’ ke laki-laki yang sedang dekat dengan mereka. Kata-kata seperti: mau dibawa kemana hubungan ini, kapan kita menikah, dan kata-kata sejenis akan membuat laki-laki takut dan kabur. Intinya, jangan tergesa-gesa. Tarik ulur justru akan membuat si lelaki penasaran dan pada suatu saat dia akan sadar, kalo kita-lah ‘partner’ yang dibutuhkan di sepanjang hidupnya. ‘Jangan tergesa2?’ Bagian ini gw ga setuju, apalagi untuk gw dan para perempuan di usia seperti gw sekarang: hampir 25!!

Gw bukan perempuan yang suka dengan ketidak-jelasan. Ketika memutuskan untuk mengenal seorang laki-laki dan merasa nyaman, mau tidak mau, gw pasti akan menanyakan hal-hal terkait dengan komitmen. Ketika pedekate dan masih saja belum ada kejelasan status, pertanyaan: ‘mau dibawa kemana hubungan ini?’ adalah pertanyaan yang wajar bukan!!! Dan ketika sudah pacaran lebih dari 1 tahun dan merasa cocok, pertanyaan: ‘akankah dan kapan kita menikah?’ juga merupakan pertanyaan yang wajar kan!!

Jika hanya karena pertanyaan seperti di atas, si lelaki kabur .. It means he is not your Mr. Right. Mari kita cari yang lain saja!!! Sekedar mengingatkan untuk para lelaki di luar sana: ‘perempuan punya umur biologis yang terbatas dan kami sedang dikejar oleh waktu biologis itu. Jadi jika belum mau berkomitmen, cari siswi SMA aja. Jangan kami, perempuan yang sudah dikejar-kejar deadline😀‘ …

NB: piss Dul, ini bukan ditujukann untuk-mu!!
Tapi untuk para lelaki lain di luar sana😀
Surely enough: you are my Mr. Right🙂 …

Penulis:

| Married | 31 tahun | tukang ngomel | pecinta weekend & drama Korea | pekerja IT yang gaptek |

3 thoughts on “Why Men Marry Bitches

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s