Posted in Gado-gado

Bidadari Bidadari Surga

Bidadari Bidadari Surga

“Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al Waqiah: 22)
Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi cantik jelita (Ar rahman: 70)”

Gw selalu sukaa karya-nya Tere Liye. Dan salah satu novel beliau yang sangat menyentuh hati menurut gw adalah Bidadari Bidadari Surga. Di sini kita disuguhkan cerita tetang kasih sayang dalam sebuah keluarga, bagaimana seorang kakak ‘Laisa’ yang saangat sayang dan rela berkorban apapun untuk kebahagiaan adik-adik-nya ‘Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta’.

Nah, gw seneng banget pas tau novel ini di-film-kan. Setelah sebelum-nya gw melewatkan ‘Hapalan Shalat Delisa’, gw sudah bertekad tidak akan ketinggalan untuk yang satu ini. Jadilah gw nonton Kamis kemaren di Hollywood XXI untuk jam tayang 19.15. Gw pembeli tiket pertama untuk jam tayang tersebut (padahal udah jam 18.00), jadi-nya gw nanya ke si Mba penjaga tiket kondisi tayang sebelumnya gimana sepi atau ga. Dan ternyata saudara-saudara, show sebelum-nya ga diputar karena ga ada yang beli tiket😦 Ha, bioskop serasa milik berdua deh, film udah mau dimulai tapi masih ga ada penonton selain gw dan Caul. Dan akhirnya ada tambahan 6 penonton lainnya (cewek-cewek semua, Caul jadi yang paling ganteng).

Bioskop Milik Berdua
Bioskop Milik Berdua

Cerita dan dialog film hampir sama semua dengan novel-nya😀 Iya lah, dialog dan kata-kata yang dirangkai Tere Liye dalam novel itu kan semuanya indah, meresap sampai ke kalbu, jadi ga perlu digubah lagi. Akting pemain? ya lumayan *sok ngerti*. Mm, tapi gw ga begitu suka Nadine Chandrawinata, akting-nya jelek dan ketuaan ah buat jadi Yashinta. Ikanuri dan Wibisana juga ga terlalu disorot. Film ini lebih berpusat ke Laisa. Oh iya, pembeda antara film dengan novel-nya adalah di alur, kalo di novel alur mundur; sementara di film maju (cerita di film dimulai dengan kisah saat mereka masih anak-anak).

Film ini bisa dipastikan low budget, karena settingan yang ada di film beda banget ama yang ada di novel, ga glamor, atau emang begitu maksud nya ya? ga tau juga sih. Film-nya ga begitu mengangkat keindahan lembah Lahambay yang diceritakan sangat indah di novel. Sangat disayangkan deh, untuk novel sebagus ini, tapi hasil-nya biasa aja. Jadi berapa rating-nya dari 1 – 4? 2. Eh tapi 2.5 aja deh, kasian yang bikin udah capek.

Penulis:

| Married | 31 tahun | tukang ngomel | pecinta weekend & drama Korea | pekerja IT yang gaptek |

One thought on “Bidadari Bidadari Surga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s