Posted in Gado-gado

Tips Wawancara Kerja

Dalam hampir 7 tahun inii (tuaaa yaa), gw sudah mencoba peruntungan kerja di lebih dari belasan perusahaan. Sama seperti mahasiswa tahun akhir pada umumnya, sewaktu menyusun tugas akhir gw sudah mencoba melamar di banyak perusahaan, ga peduli perusahaan apapun yang buka lowongan, yang penting daftar dulu aja,, dengan harapan sebelum wisuda nantinya sudah ada kontrak pekerjaan yang menanti. Tes kerja pertama seingat gw adalah Schlumberger (SLB) entah untuk posisi apa,, sayangnya tak berjodoh dengan SLB dan gw terhenti di tahap 2 (yang artinya saat itu gw belum sempat mencicipi rasa wawancara kerja). Wawancara pertama gw (kalo ga salah) adalah di Toyota dan ini berbuah kegagalan. Selain tidak menyiapkan diri, percaya diri juga jadi masalah gw saat itu. Pada akhirnya Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) lah yang menawarkan kontrak kerja pertama gw (dengan penempatan di Riau coret). Setelah itu berturut-turut sampai saat ini, gw pernah ditawarkan kontrak kerja di Garuda Food, Blue Bird Group, Freeport, Anabatic Technologies, Metrodata, Unilever, Pertamina Hulu Energi, dan Danone.

Nah, di postingan kali ini gw akan mencoba berbagi tips pada saat wawancara kerja. Sebenarnya sudah lama gw pengen membagi tips ini, tapi akhirnya baru berani ngepost sekarang. Kenapa? Karena akhirnya gw bisa melihat dari 2 sudut pandang ga hanya sebagai orang yang diwawancarai (Interviewee) tapi juga sebagai orang yang pernah mewawancari (Interviewer).

Check it out:

1. Kepo

Interviewer akan langsung berubah mood-nya dan jadi bete mendadak jika Interviewee-nya tidak bisa menjawab pertanyaan simple seperti ini: “Apa yang kamu tau tentang perusahaan ini?” atau “Coba sebutkan produk-produk yang kami punya!”. Biasanya wawancara tidak akan berjalan menyenangkan jika lo udah gagal menjawab pertanyaan di atas. Please jadilah kepo untuk urusan yang satu ini,, dan it is very easy, Google sudah menyiapkan jawaban yang lo butuhkan kok. Tinggal ketik nama perusahaan yang mau lo datangi dan semua informasi ada di sana. Jadi jangan coba-coba datang wawancara tanpa tau perusahaan apa yang sedang lo jajaki ya, karena ini hanya akan buang-buang waktu saja.

2. Penampilan yang rapi

Love at first sight tidak hanya berlaku untuk urusan cinta looh, kerjaan juga. Penampilan akan jadi penilaian pertama Interviewer terhadap lo. Sempatkan ke toilet sebelum bertemu dengan Interviewer ya, rapikan pakaian dan rambut, cek bau badan/ketek, trus juga coba cek gigi untuk memastikan ga ada cabe nempel, pluss jangan lupa juga untuk cek mata dan hidung untuk memastikan tidak ada upil/belekan yang nempel. Jangan sampai Interviewer malah terganggu konsentrasinya karena hal-hal sepele yang tadi😀

3. Bahasa tubuh dan cara bersikap

Ini sangat penting, Interviewer akan melihat kepribadian lo lewat bahasa tubuh dan cara lo bersikap. Mereka akan mulai menilai apakah lo cocok dengan culture & nilai perusahaan mereka atau tidak. Untuk itu, jangan lupakan hal-hal sederhana seperti di bawah ini:

  • Sodorkan tangan untuk bersalaman dan berkenalan terlebih dahulu, ga usah menunggu mereka menyalami lo. Dengan lo membuka diri terlebih dahulu, mereka akan menilai lo sebagai pribadi yang ramah.
  • Jangan duduk sebelum diijinkan. Jikalau mereka belum menawarkan, it is OK untuk meminta izin kepada mereka, “Pak, apakah saya boleh duduk di sini?”
  • Jangan pasang muka cemberut, give them your best smile and excited expression. Eh, tapi jangan kasih ekspresi kecentilan juga, yang wajar aja ya.
  • Jika yang mewancarai lo hanya 1 orang, it will be great untuk menanyakan kabar mereka. Tapi kalau lebih dari 1 orang, itu akan agak awkward sih, mending tunggu mereka aja untuk membuka percakapan.
  • Jangan melipat tangan di dada, itu bisa menandakan lo orang yang ga bisa menerima masukan atau sedang bosan.

4. Siapkan diri untuk menjawab segala kemungkinan pertanyaan

Again, it is easy, do googling please. Lo akan menemukan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang mungkin diajukan saat interview. Cobalah untuk berlatih beberapa kali di depan cermin untuk melancarkan jawaban lo. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan penting menurut gw adalah:

  • Apa yang membuat kamu tertarik melamar di perusahaan ini?”. Jika lo sudah mencari tau tentang perusahaan ini, itu akan sangat membantu. Berikan jawaban yang bisa menceritakan ketertarikan kamu terhadap perusahaan ini, tapi don’t try it too much, ga usah lebay dan terlalu menjilat yaa!
  • Tolong ceritakan mengenai  strength dan weakness kamu!”. Coba ceritakan 2-3 point dengan cara memberikan contoh dari pengalaman lo sebelumnya. Dan yang perlu diingat, pada saat menjelaskan kelemahan (untuk kelemahan maksimal 2 point saja ya, ga usah kebanyakan), pilih point minus yang bisa menjadi nilai plus lo. Misal: “ Kelemahan saya adalah saya sangat perfectionist, ini kadang menganggu rekan kerja saya, tapi ini membuat semua pekerjaan yang saya lakukan selalu berhasil sesuai plan. Sekarang saya sedang mencoba untuk beradaptasi untuk bisa mengatasi itu
  • How do you see yourself in next 5-10 years?” Ini juga salah satu pertanyan favorit nih, share your ambition to them. Ga usah malu-malu untuk menjawab jika lo emang membayangkan diri lo sebagai Manager, Direktur, atau posisi yang lebih tinggi.

5. Percaya diri!

Cara tercepat agar bisa percaya diri adalah lo harus nyaman dengan diri lo sendiri. Ga usah takut sama Interviewer, anggaplah wawancara itu seolah-olah diskusi dengan orang orang-orang yang pengen tau lebih banyak tentang diri lo,, ya semacam jumpa artis dan fans aja🙂 Jika ada pertanyaan yang tidak bisa lo pikirkan jawabannya, just share your best opinion. Informasi yang lo tau tentang perusahaan dan juga latihan wawancara akan sangat membantu untuk menambah percaya diri saat wawancara beneran.

6. Persiapkan 1 pertanyaan berbobot yang akan lo ajukan di akhir wawancara

Di banyak wawancara yang gw lalui, Interviewer biasanya akan menutup wawancara dengan bertanya, “Apakah kamu ada pertanyaan?”. Ajukan pertanyaan yang lo ingin tau tentang perusahaan, but I suggest you NOT to ask about salary yaah. Tanyakan tentang culture perusahaan atau plan development dan career jika lo nanti bekerja di sana

7. Tutup wawancara dengan kesan yang baik

Jangan lupa bersalaman dan ucapakan terima kasih setelah wawancara selesai. Kalo ingin agak agresif, it is OK to say, “I cannot wait to meet/work with you again Pak

Wawancara itu kan layaknya menjual diri, kalo ternyata gagal mungkin karena strategi marketing nya yang masih kurang bagus. Tidak usah takut gagal, keep trying and improving yourself. Satu hal yang paling penting yaitu berdoa,, mencari pekerjaan itu layaknya mencari jodoh, insya allah sudah ada ‘orang’-nya. Tinggal menunggu jalan dan waktu yang tepat …🙂

Selamat mencobaaa …

Penulis:

| Married | 31 tahun | tukang ngomel | pecinta weekend & drama Korea | pekerja IT yang gaptek |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s